Memperingati Hari Pahlawan 10 November

“Bangsa yang besar, adalah bangsa yang selalu mengingat dan menghargai jasa-jasa para pahlawannya..”

Hai kalian semua para pemuda Indonesia! Pernahkah kalian sedikit saja merenungkan kenapa kita bisa ada sekarang ini? Kenapa kita bisa hidup penuh dengan kesenangan sekarang ini? Kenapa kita bisa melakukan apapun dengan keinginan kita, seperti sekolah, bermain, berorganisasi, atau malah kebut2an dijalan dengan mobil orang tua anda sambil menghisap tembakau?

Pernahkah kalian berfikir dengan apa yang dilakukan para pemuda Indonesia dimasa yang lalu? Mereka telah menggoreskan satu sejarah besar dimata dunia. Dimana sebuah kemerdekaan adalah barang langka di benua Asia ini, para pemuda Indonesia bisa bersatu untuk mewujudkan mimpi itu. Ya, Menyatukan puluhan pulau-pulau dengan beraneka ragam suku, ras, agama, dll menjadi sebuah negara besar di Asia yang diberi nama Indonesia. Pernahkah kalian berfikir untuk melakukan hal sebesar itu dibutuhkan pengorbanan yang besar? Nyawa..

Salah satu Pahlawan yang selalu gw puja dari dulu yaitu Bung Tomo. Tetapi kenapa pemerintah baru menghadiahi gelar pahlawannya baru-baru ini? Padahal, setiap tahun kita memperingati hari Pahlawan untuk mengenang pertempuran besar di Surabaya, dan Bung Tomo adalah salah satu Tokoh besar pada kejadian itu. Dia mampu menguatkan hati para pemuda Indonesia, khususnya di Surabaya, untuk tidak menyerah begitu saja pada tentara Inggris lewat pidato singkatnya. Berikut adalah kutipan pidato Bung Tomo pada 10 November 1945, mudah-mudahan masih bisa menambah rasa nasionalisme kita pada bangsa ini :

Bismillahirrahmanirrahim…
Merdeka!!!

Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.

Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,

didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana

Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.

Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian

Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe

Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

Sekarang, coba kita renungkan lagi sejenak, apa yang sudah kita berikan pada bangsa ini, negara ini? Tidak perlu ada lagi nyawa yang hilang wahai saudaraku sesama pemuda!! Karena nyawa-nyawa yang telah hilang itu sudah terbayar dengan adanya Negara Kesatuan ini.. Indonesia

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: