Dimanakah Pemuda Indonesia?

“Kejadian tragis sebuah bangsa timur yang selalu berkiblat kearah barat, tragisnya lagi hal ini dilakukan oleh sebagian besar pemudanya yang nantinya akan melanjutkan berdirinya bangsa ini”

Banyak orang yang meminta pendapat saya tentang bagaimanakah caranya untuk menyatukan para pemuda di lingkungan RW, adakah kiat – kiat khusus untuk itu. Miris sekali saya mendengar pertanyaan seperti itu, karena untuk menyatukan pemuda di lingkungan rw saja terasa sulit, apalagi menyatukan seluruh pemuda yang ada di Indonesia?

Sebenarnya yang terjadi disini bukanlah sebuah krisis kepemimpinan tetapi telah terjadi krisis percaya diri yang besar dikalangan pemuda. Dampaknya tidak menyeluruh secara nasional tetapi akan terjadi apabila sudah terjadi regenerasi. Satu contoh kasus Pemuda sekarang tidak bisa banyak beraksi dan berkreasi apabila mereka diluar komunitasnya.Ini terjadi karena masuknya kebudayaan luar yang tidak bisa disaring oleh pemuda – pemuda kita, yang mengakibatkan kebudayaan kita lama – lama terkikis dan kehilangan jati diri kita sebenarnya. Sesuatu yang mereka anggap ‘keren’ di televisi, mereka praktekkan ke dalam kehidupan bermasyarakat yang dampaknya bisa kita lihat sekarang. Lihat saja sekarang, daripada disuruh berorganisasi ya lebih baik kumpul – kumpul di club.

Turut Berduka Cita Atas Hilangnya Kreativitas Pemuda

Beberapa hari yang lalu ada perasaan ‘kangen’ yang ada didiri saya akan organisasi. Saya sempatkan diri untuk memantau karang taruna di daerah saya, karena saya lihat mereka sedang sibuk mempersiapkan acara HUT Kemerdekaan RI yang beberapa bulan lagi. Setelah berbincang dan menanyakan kepada ketua karang taruna tentang apa saja kendala yang sedang mereka hadapi, jawabannya sama seperti yang saya dapat di milis internet, “Kurangnya Sumber Daya Manusia”. Dengan keadaan seperti ini apakah salah kalau saya menanyakan Dimanakan pemuda Indonesia sebenarnya?

Lalu saya menyuruh salah satu anggota untuk berkeliling Rw kalau – kalau dia bisa menemukan sekelompok pemuda yang sedang ‘nongkrong’. Karena waktu zaman saya dulu menjabat sebagai ketua, saya menganggap pemuda adalah asset. Maka dari itu harus diberdayakan semaksimal mungkin. Benar saja ternyata ditemukan sekelompok pemuda yang tengah asyik ‘nongkrong’ tanpa mempedulikan teman2nya yang berjuang keras mendapatkan dana demi terlaksananya acara HUT RI, dan setelah saya cari tahu ternyata diantara pemuda tersebut adalah wakil dan juga humas karang taruna itu sendiri.

Sebenarnya saya prihatin dan juga marah tentunya, namun itu pilihan. Tapi yang saya bingung, saya juga dulu lebih parah dari mereka, lebih nakal dari mereka, tapi saya selalu bergerak dalam hal social apalagi yang menyangkut dengan nasionalisme. Apa jadinya bangsa ini bila para pemudanya sendiri sudah kehilangan rasa nasionalisme? Tragic!

Saya hanya bisa berharap semoga kreativitas pemuda bangsa ini tidak hilang karena pengaruh – pengaruh negative. Banyak yang harus kita lakukan untuk bangsa ini. Bila tau Indonesia ini kaya kenapa kalian hanya diam saja menjadi penonton? Saatnya yang muda yang bergerak!

  1. hem..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: