Sebuah Cerita Tentang Hidup

Banyak pelajaran berharga yang udah gw jalanin di dunia ini, di usia gw yg genap 24 tahun beberapa hari yang lalu. Gw sering merantau ke berbagai kota, gw udah pernah ketemu sama ribuan jenis manusia dari yang aneh sampe yang jenius. Dari ngobrol2 sama tukang ngamen di stasiun poncol semarang, polisi di terminal tegal, petani teh di cisarua, banci2 di taman lawang, anak – anak jalanan di jakarta, pensiunan manager freeport, dll, dll… dari strata bawah sampai atas.

Gw emang suka sekali bersosialisasi sama orang – orang sekitar. Itulah kenapa gw ga pernah kesepian walaupun gw lagi sendirian, entah itu di jalan, stasiun, airport, terminal, gw anggep semua yang disekitar gw itu adalah temen, ga peduli statusnya.

Gw juga suka bingung sama sebagian temen gw yang suka protes sama pergaulan gw, dia bilang “knapa sih lo maennya sama orang model begitu?”, dan maaf, gw ga pernah jawab klo ada pertanyaan kaya gini. Gw orangnya males berdebat sama masalah2 yang ga penting.

Yang saya suka dari bertukar cerita dengan orang asing adalah saya bisa mengambil pelajaran dan pengalamannya. Apalagi klo orang itu udah agak2 beruban, tapi mereka masih seperti anak muda, soalnya dia pasti mengajarkan hal2 yang belum saya tau. hehe

Seorang bapak2 yang gw temui di perjalanan antara Pekanbaru ke Siak pernah bilang ke gw, “mumpung masih muda, apalagi mas ini masih lajang harus ngerasain ke semua tempat, saya suka semangatnya mas ini”. Jadi terharu. Atau seorang pengusaha tambang di batam yang saya jumpai di bandara riau, dia berpesan pada saya, “Seorang yang hidup sendiri itu harus pandai membaca situasi, karena sebetulnya kita sedang berperang”. Kadang2 emang gw suka Amaze sama pengalaman orang – orang tua, klo mereka bisa, kenapa gw ngga?

Tapi dari sekian banyak orang yang gw temuin, gw paling suka nasehat bokap gw, dia orang paling hebat yang gw kenal. Semua anak buahnya yang kebetulan juga temen2 gw cerita klo mereka merasa puas di pimpin bokap gw, gw pengen kaya gitu.

Bokap gw pernah cerita tentang masa lalunya, gimana dia sekolah cuman ‘nyeker’ satu sekolahan, kalo haus di sekolah rela minum dari aer sumur, pulang sekolah laper ngetok2 rumah tetangga cuman buat minta kecap satu sendok dan itu mau dimakan cuman sama nasi setengah piring. Trus gw tanya, “pasti intinya papa mau bilang klo papa ga mau kan anak – anak papa hidup kaya gitu?”. dan bokap gw sambil narik nafas dia bilang, “bukan itu intinya, jadi yang namanya zaman itu berubah, kamu ga mungkin hidup kaya papa… Tapi yang namanya perjuangan untuk menuju sukses itu selalu sama, apapun zamannya….. Dan sukses itu bukan dicari tapi ‘direbut’… bersaing buat jadi yang terkuat… makanya dinamakan perjuangan untuk hidup”. dalem………. dan gw diem….-_-

“Kalo kamu laki – laki belajarlah bertanggung jawab, jangan jadi seorang kerdil.”

“Tutut telinga, dengerin aja apa mau lo, LAKUKANLAH!

“Jangan pernah meng’underestimate’ diri lo sendiri, karena akan ngebunuh karakter lo sendiri… be grateful for whoever you are”

  1. Pasti lo bisa sukses deh mas, yakin gue sama lo! Semangat!😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: