Sang Pemuja Kesibukkan

Fenomena terparah anak muda jaman sekarang, saling membangga2kan kesibukan masing-masing. Makin sibuk, makin terlihat keren. Konyol! Jujur gue ga ada masalah sebenernya, cuma di satu sisi gue selalu sebisa mungkin menghindari yang namanya kesibukan, bukan ga produktif, tapi lebih kepada efisiensi. Kerja sedikit tapi berkualitas, di waktu yang lain bisa gue isi dengan istirahat, hobi, atau bermain bersama teman. Pernah dengar kasus tahun lalu seorang wanita yg bekerja di sebuah rumah produksi meninggal karena sibuk bekerja? Gue sebenernya kasihan sama orang-orang ini. Entah mereka yang sangat mencintai pekerjaannya atau tanggung jawab yg diberikan perusahaan terlalu berat atau si pekerja sendiri yang tidak bisa mengefisiensikan waktu kerja? Banyak pertanyaan yg muncul, tapi pada intinya perempuan ini meninggal karena sibuk bekerja. ironis..

Ini baru sibuk masalah pekerjaan, ada lagi sibuk hobi, sibuk bermain, atau seperti sinchan yang sibuk guling2an di lantai. Intinya tetap mencari kesibukkan. Yang lucu dari fenomena manusia – manusia penyembah kesibukan ini adalah, gue pernah menguping perbincangan seseorang dengan teman2nya di sebuah kedai kopi “Ah, lo mah enak bisa ada waktu untuk tidur… kalo gue mah boro – boro bisa tidur, karena gue kan harus bla bla bla dan bla… (cerita tentang kesibukkannya)”. Hmm… Jujur gue pernah ada di posisi orang yg bercerita ini, memamerkan kesibukkan sehari-hari gue hanya untuk dapet kekaguman dari temen-temen supaya mereka menganggap gue paling “WOW”. Menurut gue sibuk itu pilihan, artinya lo bisa memilih untuk tidak sibuk. Kalau orang tersebut iri dengan temannya karena mempunyai waktu tidur, sebenernya dia pun bisa. Mungkin saja orang yang punya waktu tidur itu sebenernya punya porsi kesibukkan yg sama dengan temannya yg tidak punya waktu tidur, hanya saja dia bisa mengefisiensikan waktunya dan me-manage-nya dengan baik agar dia tetap punya waktu untuk beristirahat.

Sebenernya kesibukkan ini juga adalah masalah prioritas. Disini gue cuma mau mengingatkan, mungkin anda bisa mendapatkan sesuatu dari yg anda sibukkan tetapi anda bisa saja akan kehilangan sesuatu yg lebih berharga dari itu semua, yaitu kesehatan dan cinta. Seorang ibu awalnya menjadikan anak sebagai prioritas utamanya, dia bekerja siang dan malam hanya demi memberikan kehidupan dan pendidikan yg layak untuk buah hatinya. Si anak mendapatkan kehidupan yg layak tetapi kehilangan kasih sayang ibunya, dia kehilangan cinta. Di kasus ini adalah yg terberat, masalahnya adalah antara pekerjaan dan seorang yang kita cintai. Solusinya adalah tolong berhenti sejenak menyembah kesibukkan. Ingat! anda bisa memilih untuk tidak sibuk, tergantung anda. Berikanlah sedikit waktu untuk orang – orang yang kita cintai. Menyibukkan diri itu penting tapi tetap menjaga orang-orang yang kita cintai di sekeliling kita adalah jauh lebih penting. Udah gitu aja..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: