Tanpa Tujuan

2016. Bulan maret tahun ini usia saya genap 30 tahun. Usia yang tidak lagi muda dan belum terlalu tua untuk mengawali segalanya. Awal saya membuat blog ini di tahun 2008 adalah tahun pertama saya bekerja di sebuah perusahaan dengan bayaran yang lebih dari cukup untuk anak seusia saya saat itu. Sebelumnya saya bekerja sambilan di beberapa advertising di Pekanbaru, Riau.

Umur saya 22 tahun saat itu. Ego dan ambisi diatas segala-galanya. Saya pernah berfikir untuk pensiun dini diusia 30 tahun saat itu. Nyatanya, saya mengundurkan diri dari perusahaan tempat saya bekerja di usia 25 tahun. Semenjak itu sampai saat ini, saya tidak pernah mengabdikan diri lagi untuk perusahaan manapun untuk bekerja. Saya merdeka!

Saya memutuskan untuk meneruskan usaha yang dijalankan orang tua saya. Dari tahun 2011 sampai sekarang, banyak sekali ilmu yang saya pelajari tentang bisnis. Satu yang saya pelajari adalah, bisnis itu kejam kawan. Orang tua saya selalu mengajarkan saya untuk berfikir dengan hati. Mengapa dengan hati? Hal terpenting dalam bisnis adalah membaca peluang. Peluang selalu ada, tapi pilihlah dengan hati, karena otak selalu berfikir tamak. Jangan serakah!

Saya baru selesai membaca buku Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila! Buku ini bagus menurut saya. Ada satu pernyataan om Bob yang sedikit kontroversial yaitu “Saya berbisnis tanpa punya rencana dan tujuan“. Untuk orang-orang ‘pintar’ yang terbiasa berfikir secara terstruktur dan tidak fleksibel akan terjadi pergeseran paradigma disini. Bagaimana mungkin berbisnis tanpa rencana dan tujuan? Saya ambil poin pentingnya saja dari penjelasan om Bob. Pesawat ulang alik Challenger dan Columbia yang meledak itu, rencana terbang pesawat itu pastilah zero error, tetapi rencana terbang yang zero error pun masih bisa gagal. Apakah itu tidak menyadarkan anda, bahwa rencana itu tidak akan pernah bisa sempurna? Kembali lagi pada kata-kata bijak “Manusia berencana, tetapi Tuhan yang menentukan“. Jadi apapun yang kita rencanakan, sesempurna apapun itu, Tuhan kok yang menentukan hasilnya, terus ngapain repot-repot bikin rencana? serahkan saja sama Yang Maha Kuasa. Kira-kira begitu penjelasannya.

  1. eh nulis lagi… hihi

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: