Suatu rasa yang dianugrahkan oleh Tuhan kepada semua mahluk tanpa kita tau persis artinya, namun mudah dirasakan. Kadang bahagia, tersenyum sendiri, kadang bisa meneteskan air mata tanpa sebab yang jelas. Ya, itulah cinta. Emosi jiwa terhadap sesuatu/seseorang yang benar – benar tidak bisa kita kontrol. Kadang kita melupakan logika hanya untuk memperjuangkan sebuah Cinta, dibutakan oleh cinta, dan sebagainya.
Mengapa saya tiba – tiba ingin menulis tentang cinta?
Beberapa tahun belakangan saya sangat dibutakan oleh hal ini. Mungkin banyak hal bodoh yang sudah saya lakukan demi cinta ini, tidak mudah menjelaskannya, tapi satu yang pasti saya tidak pernah menyesal dengan apa yang saya lakukan, karena terlalu banyak cinta yang masih bisa saya berikan kepada siapa saja. Kecewa pasti, tapi saya tidak pernah menyesal dengan apapun yang saya lakukan atas dasar cinta.
Terlalu lama saya menutup kuping tentang masukan orang – orang yang benar – benar mencintai saya. Mereka menampar saya dengan kata – kata, tetapi cinta menguatkan saya setiap saat. Cinta menyakiti saya, namun cinta juga lah yang mengobatinya. Sebuah keajaiban yang pernah Tuhan ciptakan ke semua mahkluk semesta.
Menurut saya cinta adalah pengorbanan terbesar seseorang, dan memang pantas untuk diperjuangkan. Namun pada saat logika bermain di dalam konteks ini, cinta bukan lagi sesuatu yang istimewa, cinta hanyalah kebodohan. Saat sesuatu tidak berbalik sama, maka semuanya mati. Hal – hal terindah itu mati, perjuangan itu mati, dan cinta mati bersama logika. Sekarang tugas terberat saya adalah mengubur semuanya dalam – dalam.
CINTA BARU
Banyak hal baru yang saya rasakan akhir – akhir ini. Perasaan yang sudah lama sekali saya tidak rasakan. Untuk saat ini saya masih dalam batas menikmati saja dulu semuanya, saya mencoba membangun suatu hal yang baru, dan sekarang semuanya tidak seperti dulu. Saya mencoba untuk tidak berbuat kecerobohan lagi.
Banyak benih Cinta baru tumbuh, namun logika saya masih menutupinya. Semua pengalaman yang saya alami masih menggerogoti semuanya. Saya tidak ingin semuanya berakhir lagi di got (baca: comberan). Kali ini saya mencoba semuanya dengan sangat hati – hati. Cinta tidak terasa seperti dulu lagi, cinta tidak sebebas dulu lagi, cinta tidak sebodoh dulu lagi. Dan saya masih meraba apakah semua ini hanya rasa yang sementara atau pantas diperjuangkan.
Saya dilahirkan karena cinta, saya dibesarkan oleh cinta, dan sekarang saya jatuh karena cinta. Cinta itu abstrak, dan abstrak adalah sebuah karya seni tertinggi. Seperti nirmana, tidak beraturan namun sangat bernilai. Dan saya masih mempunyai banyak cinta untuk diberikan.
Terima kasih untuk semuanya… Cinta….:)