Secangkir kopi di pagi hari…

Bagiku malam bukanlah waktu yang damai untuk bersantai. Semua mahluk neraka dalam diri ini keluar begitu saja merusak sisi baik yang ada di diriku. Perang yang aku rasakan di malam hari akan selalu berakhir dengan datangnya pagi. Ya, malamku mungkin memang berbeda, tetapi pagi kita akan selalu sama.

Secangkir kopi di pagi hari akan selalu memberikan semangat lain untuk memulai hari. Setelah malam panjang yang telah aku lewati, secangkir kopi bisa merubah semuanya. Dan sisi lainnya, secangkir kopi pun selalu meninggalkan ampas tebal di bawah cangkirnya.

Secangkir kopi di pagi hari, begitulah aku selalu mengibaratkan dirimu sampai saat ini. Memberikan banyak semangat baru dikala aku hampir mati karena malam. Namun secangkir kopi hanya tau bagaimana cerita pagiku, tanpa pernah tau bagaimana aku melewati siang dan malam.

Secangkir kopi di pagi hari, aku pernah menikmatinya. Sayangnya, setelah asam lambung yang aku derita, aku berhenti menikmatimu. Dunia kita berbeda sekarang. Secangkir kopi tidak bisa lagi memberikan perbedaan di datangnya pagi.

Ini hanyalah sepenggal kisah klasik yang tiba-tiba melewati otakku di malam tadi. Antara aku dan secangkir kopi kini hanyalah tinggal sejarah masa lalu tanpa pernah ada yang tau bagaimana spesialnya hubungan pagi kita saat itu.

Advertisements

Mengambil Peran Dalam Masyarakat

Tahun ini di lingkungan tempat saya tinggal telah dibentuk kepengurusan Rukun Tetangga (RT) yang baru, dimana untuk mengganti kepengurusan lama. Ada yang beda di pengurusan kali ini, tokoh muda dimasyarakat kali ini lebih mengambil peran. Menarik.

Kali ini saya memikul 2 jabatan sekaligus, yaitu menjadi sekretaris 2, dan koordinator pemuda dan olahraga. Kembali terjun langsung berhadapan dengan pemuda – pemudi adalah hal yang menyenangkan menurut saya. Mengajarkan organisasi sejak muda adalah penting, apalagi di dalam masyarakat, karena sudah pasti kita adalah bagian di dalamnya.

Menurut saya memang sudah saatnya generasi muda mengambil bagian dalam kepengurusan lingkungan setempat, baik di karang taruna ataupun RT/RW. Jadi bukan hanya sibuk di universitas, kantor, ataupun lingkungan kerja lainnya. Ini akan menciptakan lingkungan tempat tinggal yang indah, harmonis, dan terjaga untuk membesarkan generasi – generasi selanjutnya.

Ada broadcast di whatsapp yang menarik menurut saya, isinya begini:

*Copas dari WAG sebelah*
_Tulisan Seorang Ketua RW Di Bawah Ini Saya Copy Dari WA RT RW Dan Lurah Kelurahan Keputih, Surabaya._
*KRITIK KEPADA KITA* 
Berapa banyak yang membesar di kampus, tapi mengecil di masyarakat. Menjadi jagoan di kampus,  menjadi sandera di masyarakat. Kampus itu tempat berlatih, masyarakat medan tempurnya. Jangan terbalik. Anda aktivis BEM? BPM? UKM? Pecinta Alam? Tanyakan pada dirimu: Jadi apa di masyarakat? 
Ukuran kontribusi tidak selalu dimulai dari hal-hal besar. Tapi bisa jadi hal sederhana dan mendasar. Anda aktif di ROHIS? Senior di lembaga da’wah kampus? Tanyakanlah : Seberapa kenal dengan para jama’ah di mushola/masjid RT/RW?
Anda sekretaris BEM/BPM, Aktivis organisasi atau jagoan bikin event di kampus. Coba ingat-ingat : Pernahkah membuat proposal untuk acara RT/RW?
Punya follower di twitter? Yes. Bagaimana follower di masyarakat? , Banyak kenalan di kampus? Yes. Bagaimana dengan para tetangga ?
Jadi karyawan di perusahaan besar ? Jadi manager ? Senior manager ? Kalau di masyarakat jadi apa?
Bagus saat memimpin rapat? Baik saat berargumen? Jago presentasi? Yes. Tapi apa pernah mimipin rapat RT/RW.
Mari berjanji untuk lebih mengenal para tetangga. Lebih aktif di masyarakat. Lebih akrab. Lebih dekat dengan orang orang di sekitar kita.
Berjanjilah, jika kau adalah aktivis mahasiswa/karyawan perusahaan besar. Yang hanya pulang sebulan sekali atau pulang selalu larut malam. Jadikanlah keberadaanmu di rumah adalah cahaya bagi masyarakat. Sesampainya kau di rumah, keluarlah. Berbaurlah. Kunjungi keramaian. Tegur sapalah. Bertanyalah. Bergabunglah. Turut serta.
Kehadiran kita yang sesaat bisa jadi berharga bagi tetangga dan masyarakat. Kesertaanmu yang sebentar bisa jadi penuh makna bagi mereka.
Orang-orang besar, dimanapun tetap berperan besar. Orang-orang kecil, berperan hanya sewaktu-waktu. Orang luar biasa, turut serta, mengambil peran dan berkontribusi dalam situasi dan kondisi luar biasa.
Pengangguran yang sibuk dan peduli dengan tetangga lebih baik daripada trainer, motivator, penulis, jagoan twitter yg sibuk dengan diri sendiri.
Jangan salah, aktivis karang taruna lebih disayangi tetangga dibanding aktivis kampus.
Lulusan SD yang aktif di kegiatan masyarakatnya, lebih berarti dari lulusan sarjana yang hanya sibuk ikutan kompetisi karya tulis.
Mari, masih tersisa banyak waktu untuk KEMBALI PULANG ke masyarakat, ke rumah mu yang sesungguhnya. Saat kau melakukan itu, saat itu kita memahami makna dasar kepemimpinan. Semua bermula dari sini, dari titik terkecil.
JANGAN BANGGA KLO DILINGKUNGAN SENDIRI GAK PUNYA KONSTRIBUSI

Tentang Cinta

Suatu rasa yang dianugrahkan oleh Tuhan kepada semua mahluk tanpa kita tau persis artinya, namun mudah dirasakan. Kadang bahagia, tersenyum sendiri, kadang bisa meneteskan air mata tanpa sebab yang jelas. Ya, itulah cinta. Emosi jiwa terhadap sesuatu/seseorang yang benar – benar tidak bisa kita kontrol. Kadang kita melupakan logika hanya untuk memperjuangkan sebuah Cinta, dibutakan oleh cinta, dan sebagainya.

Mengapa saya tiba – tiba ingin menulis tentang cinta?

Beberapa tahun belakangan saya sangat dibutakan oleh hal ini. Mungkin banyak hal bodoh yang sudah saya lakukan demi cinta ini, tidak mudah menjelaskannya, tapi satu yang pasti saya tidak pernah menyesal dengan apa yang saya lakukan, karena terlalu banyak cinta yang masih bisa saya berikan kepada siapa saja. Kecewa pasti, tapi saya tidak pernah menyesal dengan apapun yang saya lakukan atas dasar cinta.

Terlalu lama saya menutup kuping tentang masukan orang – orang yang benar – benar mencintai saya. Mereka menampar saya dengan kata – kata, tetapi cinta menguatkan saya setiap saat. Cinta menyakiti saya, namun cinta juga lah yang mengobatinya. Sebuah keajaiban yang pernah Tuhan ciptakan ke semua mahkluk semesta.

Menurut saya cinta adalah pengorbanan terbesar seseorang, dan memang pantas untuk diperjuangkan. Namun pada saat logika bermain di dalam konteks ini, cinta bukan lagi sesuatu yang istimewa, cinta hanyalah kebodohan. Saat sesuatu tidak berbalik sama, maka semuanya mati. Hal – hal terindah itu mati, perjuangan itu mati, dan cinta mati bersama logika. Sekarang tugas terberat saya adalah mengubur semuanya dalam – dalam.

CINTA BARU

Banyak hal baru yang saya rasakan akhir – akhir ini. Perasaan yang sudah lama sekali saya tidak rasakan. Untuk saat ini saya masih dalam batas menikmati saja dulu semuanya, saya mencoba membangun suatu hal yang baru, dan sekarang semuanya tidak seperti dulu. Saya mencoba untuk tidak berbuat kecerobohan lagi.

Banyak benih Cinta baru tumbuh, namun logika saya masih menutupinya. Semua pengalaman yang saya alami masih menggerogoti semuanya. Saya tidak ingin semuanya berakhir lagi di got (baca: comberan). Kali ini saya mencoba semuanya dengan sangat hati – hati. Cinta tidak terasa seperti dulu lagi, cinta tidak sebebas dulu lagi, cinta tidak sebodoh dulu lagi. Dan saya masih meraba apakah semua ini hanya rasa yang sementara atau pantas diperjuangkan.

Saya dilahirkan karena cinta, saya dibesarkan oleh cinta, dan sekarang saya jatuh karena cinta. Cinta itu abstrak, dan abstrak adalah sebuah karya seni tertinggi. Seperti nirmana, tidak beraturan namun sangat bernilai. Dan saya masih mempunyai banyak cinta untuk diberikan.

Terima kasih untuk semuanya… Cinta….:)

 

Introvert

Beberapa tahun belakangan ini saya coba untuk mengenali diri saya sendiri, mencoba menganalisa masalah-masalah yang ada dalam diri. Introvert adalah salah satunya. Kenapa saya menyebut diri saya seorang introvert? Karena dari hasil research saya baca tentang berbagai ciri-ciri orang introvert, hampir semuanya saya rasakan. Buat yang belum tau apa itu introvert akan saya berikan sedikit penjelasan.

Introvert adalah kepribadian manusia yang lebih berkaitan dengan dunia dalam pikiran manusia itu sendiri. Jadi manusia yang memiliki sifat introvert ini lebih cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak berpikir dan lebih sedikit beraktifitas. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam kesunyian atau kondisi yang tenang, daripada di tempat yang terlalu banyak orang.

Untuk saya mungkin tidak ada masalah dengan kepribadian yang saya jalani. Namun, sedikit menghambat untuk sesuatu yang ingin saya capai. Berbeda dengan orang-orang berkepribadian extrovert (sebaliknya), orang-orang seperti kami susah untuk berhadapan dengan orang. Kadang-kadang ada perasaan ‘i hate people‘. Betapa tersiksanya kami saat dalam situasi yang harus melibatkan komunikasi dengan banyak orang. Bukan perasaan takut atau tidak percaya diri, bukan itu, tetapi ada sesuatu yang saya sendiri tidak bisa mengungkapkannya tapi itu sangat menyiksa. Untuk beberapa hal saya bisa memecahkan masalah tanpa harus melibatkan banyak orang, saya ahli akan hal ini.

Saya terlalu banyak berfikir, tentang ini, tentang itu, tentang apapun. Mengapa ini begini, mengapa ini begitu, semua menjadi pertanyaan di kepala. Bahkan saya bisa suka atau membenci orang sebelum dia menyapa saya, saya sudah bisa menebak karakter orang tersebut. Ini sulit dijelaskan, tetapi ini benar- benar saya alami. Saya sempat mencari beberapa solusi tentang kepribadian introvert ini. Di sebutkan di salah satu web kedokteran (walaupun ini bukan suatu penyakit loh ya), saran untuk Introvert adalah :

  • Menulislah tentang hal-hal yang menarik bagi Anda, mungkin topiknya tidak harus tentang diri Anda sendiri. Anda juga bisa menggunakan jaringan sosial dan membangun hubungan yang kuat dengan orang-orang. Kegiatan semacam ini akan meningkatkan kekuatan diri.
  • Cobalah untuk mendalami suatu hal hingga Anda menjadi ahli dalam bidang tersebut. Lanjutkan dengan menuliskannya dan berbagi pengetahuan tersebut kepada orang lain dengan bidang yang sama.
  • Upayakan untuk melakukan percakapan kecil dengan beberapa orang.
  • Lakukan interaksi sederhana, seperti menyapa orang dengan kontak mata yang baik.
  • Anda juga bisa belajar public speaking, berbicaralah di depan banyak orang. Hal ini merupakan penyaluran energi yang sangat efisien bagi seorang introvert.
  • Sesekali luangkan waktu untuk diri sendiri. Kegiatan ini berguna sebagai upaya menyegarkan diri dari kepenatan.

Ini sangat menyiksa bagi saya. Dan pada akhirnya saran terakhirlah yang selalu saya lakukan (haha).

Untuk anda orang-orang extrovert, sebaiknya anda kenali orang-orang seperti saya. Karena saya pun mempelajari kepribadian anda. Ada banyak hal di kepala saya yang sangat mengganggu, dan orang-orang seperti kalian tidak akan paham dengan ini. Kalau kami sedikit pendiam di beberapa situasi, bukan berarti kami tidak peduli dengan apa yang kalian bicarakan, kami memahami lebih dari yang anda bisa bayangkan, tetapi kadang memang kita tidak pandai bersuara. Kalau dari beberapa anda ingin mengetahui ciri-ciri orang introvert, mungkin google akan membantu (haha). Kenali orang-orang ini di sekitar anda, dan rasakan dahsyatnya manusia-manusia ini apabila anda adalah salah satu sahabatnya.

Tanpa Tujuan

2016. Bulan maret tahun ini usia saya genap 30 tahun. Usia yang tidak lagi muda dan belum terlalu tua untuk mengawali segalanya. Awal saya membuat blog ini di tahun 2008 adalah tahun pertama saya bekerja di sebuah perusahaan dengan bayaran yang lebih dari cukup untuk anak seusia saya saat itu. Sebelumnya saya bekerja sambilan di beberapa advertising di Pekanbaru, Riau.

Umur saya 22 tahun saat itu. Ego dan ambisi diatas segala-galanya. Saya pernah berfikir untuk pensiun dini diusia 30 tahun saat itu. Nyatanya, saya mengundurkan diri dari perusahaan tempat saya bekerja di usia 25 tahun. Semenjak itu sampai saat ini, saya tidak pernah mengabdikan diri lagi untuk perusahaan manapun untuk bekerja. Saya merdeka!

Saya memutuskan untuk meneruskan usaha yang dijalankan orang tua saya. Dari tahun 2011 sampai sekarang, banyak sekali ilmu yang saya pelajari tentang bisnis. Satu yang saya pelajari adalah, bisnis itu kejam kawan. Orang tua saya selalu mengajarkan saya untuk berfikir dengan hati. Mengapa dengan hati? Hal terpenting dalam bisnis adalah membaca peluang. Peluang selalu ada, tapi pilihlah dengan hati, karena otak selalu berfikir tamak. Jangan serakah!

Saya baru selesai membaca buku Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila! Buku ini bagus menurut saya. Ada satu pernyataan om Bob yang sedikit kontroversial yaitu “Saya berbisnis tanpa punya rencana dan tujuan“. Untuk orang-orang ‘pintar’ yang terbiasa berfikir secara terstruktur dan tidak fleksibel akan terjadi pergeseran paradigma disini. Bagaimana mungkin berbisnis tanpa rencana dan tujuan? Saya ambil poin pentingnya saja dari penjelasan om Bob. Pesawat ulang alik Challenger dan Columbia yang meledak itu, rencana terbang pesawat itu pastilah zero error, tetapi rencana terbang yang zero error pun masih bisa gagal. Apakah itu tidak menyadarkan anda, bahwa rencana itu tidak akan pernah bisa sempurna? Kembali lagi pada kata-kata bijak “Manusia berencana, tetapi Tuhan yang menentukan“. Jadi apapun yang kita rencanakan, sesempurna apapun itu, Tuhan kok yang menentukan hasilnya, terus ngapain repot-repot bikin rencana? serahkan saja sama Yang Maha Kuasa. Kira-kira begitu penjelasannya.

Ngabuburit

Sore hari yang sendu, hari ini langit tidak terlalu menampakkan keceriaannya. Aku coba menyapu halaman yang sesekali terganggu angin, daun berserakan, puntung rokok, dan debu jalanan sudah menjadi bagian yang wajar di halaman. Sambil sesekali bersenda gurau dengan tetangga, basa basi politik yang sedang menghangat mendekati pemilu. Mendengar tawa pemulung-pemulung kecil dipinggir jalan, tawa terpolos, terjujur, tanpa kebohongan, adalah suara tawa orang-orang kecil.
Hujan turun, seperti yang sudah direncanakan langit dari siang hari. Buat sebagian orang ini berkah, tapi tidak untuk sebagian pedagang kecil yang terpaksa berteduh. Kami berkumpul berteduh dibawah kanopi halaman, sambil berharap sedan mewah berhenti untuk berbelanja. Ratusan motor lalu lalang tiada satupun yang terpaku. sayup-sayup terdengar lagu islami diiringi musik betawi. Beberapa wanita abg melintas dengan celana seadanya, sedikit mengusik imanku yang sedang berpuasa. “Sabar, adzan maghrib sebentar lagi”, gumamku dalam hati. Sungguh sore yang indah. Kalau ada yang tanya profesiku saat ini, jawab saja pedagang siomay…:)

Sang Pemuja Kesibukkan

Fenomena terparah anak muda jaman sekarang, saling membangga2kan kesibukan masing-masing. Makin sibuk, makin terlihat keren. Konyol! Jujur gue ga ada masalah sebenernya, cuma di satu sisi gue selalu sebisa mungkin menghindari yang namanya kesibukan, bukan ga produktif, tapi lebih kepada efisiensi. Kerja sedikit tapi berkualitas, di waktu yang lain bisa gue isi dengan istirahat, hobi, atau bermain bersama teman. Pernah dengar kasus tahun lalu seorang wanita yg bekerja di sebuah rumah produksi meninggal karena sibuk bekerja? Gue sebenernya kasihan sama orang-orang ini. Entah mereka yang sangat mencintai pekerjaannya atau tanggung jawab yg diberikan perusahaan terlalu berat atau si pekerja sendiri yang tidak bisa mengefisiensikan waktu kerja? Banyak pertanyaan yg muncul, tapi pada intinya perempuan ini meninggal karena sibuk bekerja. ironis..

busy

Ini baru sibuk masalah pekerjaan, ada lagi sibuk hobi, sibuk bermain, atau seperti sinchan yang sibuk guling2an di lantai. Intinya tetap mencari kesibukkan. Yang lucu dari fenomena manusia – manusia penyembah kesibukan ini adalah, gue pernah menguping perbincangan seseorang dengan teman2nya di sebuah kedai kopi “Ah, lo mah enak bisa ada waktu untuk tidur… kalo gue mah boro – boro bisa tidur, karena gue kan harus bla bla bla dan bla… (cerita tentang kesibukkannya)”. Hmm… Jujur gue pernah ada di posisi orang yg bercerita ini, memamerkan kesibukkan sehari-hari gue hanya untuk dapet kekaguman dari temen-temen supaya mereka menganggap gue paling “WOW”. Menurut gue sibuk itu pilihan, artinya lo bisa memilih untuk tidak sibuk. Kalau orang tersebut iri dengan temannya karena mempunyai waktu tidur, sebenernya dia pun bisa. Mungkin saja orang yang punya waktu tidur itu sebenernya punya porsi kesibukkan yg sama dengan temannya yg tidak punya waktu tidur, hanya saja dia bisa mengefisiensikan waktunya dan me-manage-nya dengan baik agar dia tetap punya waktu untuk beristirahat.

Sebenernya kesibukkan ini juga adalah masalah prioritas. Disini gue cuma mau mengingatkan, mungkin anda bisa mendapatkan sesuatu dari yg anda sibukkan tetapi anda bisa saja akan kehilangan sesuatu yg lebih berharga dari itu semua, yaitu kesehatan dan cinta. Seorang ibu awalnya menjadikan anak sebagai prioritas utamanya, dia bekerja siang dan malam hanya demi memberikan kehidupan dan pendidikan yg layak untuk buah hatinya. Si anak mendapatkan kehidupan yg layak tetapi kehilangan kasih sayang ibunya, dia kehilangan cinta. Di kasus ini adalah yg terberat, masalahnya adalah antara pekerjaan dan seorang yang kita cintai. Solusinya adalah tolong berhenti sejenak menyembah kesibukkan. Ingat! anda bisa memilih untuk tidak sibuk, tergantung anda. Berikanlah sedikit waktu untuk orang – orang yang kita cintai. Menyibukkan diri itu penting tapi tetap menjaga orang-orang yang kita cintai di sekeliling kita adalah jauh lebih penting. Udah gitu aja..