Introvert

Beberapa tahun belakangan ini saya coba untuk mengenali diri saya sendiri, mencoba menganalisa masalah-masalah yang ada dalam diri. Introvert adalah salah satunya. Kenapa saya menyebut diri saya seorang introvert? Karena dari hasil research saya baca tentang berbagai ciri-ciri orang introvert, hampir semuanya saya rasakan. Buat yang belum tau apa itu introvert akan saya berikan sedikit penjelasan.

Introvert adalah kepribadian manusia yang lebih berkaitan dengan dunia dalam pikiran manusia itu sendiri. Jadi manusia yang memiliki sifat introvert ini lebih cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak berpikir dan lebih sedikit beraktifitas. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam kesunyian atau kondisi yang tenang, daripada di tempat yang terlalu banyak orang.

Untuk saya mungkin tidak ada masalah dengan kepribadian yang saya jalani. Namun, sedikit menghambat untuk sesuatu yang ingin saya capai. Berbeda dengan orang-orang berkepribadian extrovert (sebaliknya), orang-orang seperti kami susah untuk berhadapan dengan orang. Kadang-kadang ada perasaan ‘i hate people‘. Betapa tersiksanya kami saat dalam situasi yang harus melibatkan komunikasi dengan banyak orang. Bukan perasaan takut atau tidak percaya diri, bukan itu, tetapi ada sesuatu yang saya sendiri tidak bisa mengungkapkannya tapi itu sangat menyiksa. Untuk beberapa hal saya bisa memecahkan masalah tanpa harus melibatkan banyak orang, saya ahli akan hal ini.

Saya terlalu banyak berfikir, tentang ini, tentang itu, tentang apapun. Mengapa ini begini, mengapa ini begitu, semua menjadi pertanyaan di kepala. Bahkan saya bisa suka atau membenci orang sebelum dia menyapa saya, saya sudah bisa menebak karakter orang tersebut. Ini sulit dijelaskan, tetapi ini benar- benar saya alami. Saya sempat mencari beberapa solusi tentang kepribadian introvert ini. Di sebutkan di salah satu web kedokteran (walaupun ini bukan suatu penyakit loh ya), saran untuk Introvert adalah :

  • Menulislah tentang hal-hal yang menarik bagi Anda, mungkin topiknya tidak harus tentang diri Anda sendiri. Anda juga bisa menggunakan jaringan sosial dan membangun hubungan yang kuat dengan orang-orang. Kegiatan semacam ini akan meningkatkan kekuatan diri.
  • Cobalah untuk mendalami suatu hal hingga Anda menjadi ahli dalam bidang tersebut. Lanjutkan dengan menuliskannya dan berbagi pengetahuan tersebut kepada orang lain dengan bidang yang sama.
  • Upayakan untuk melakukan percakapan kecil dengan beberapa orang.
  • Lakukan interaksi sederhana, seperti menyapa orang dengan kontak mata yang baik.
  • Anda juga bisa belajar public speaking, berbicaralah di depan banyak orang. Hal ini merupakan penyaluran energi yang sangat efisien bagi seorang introvert.
  • Sesekali luangkan waktu untuk diri sendiri. Kegiatan ini berguna sebagai upaya menyegarkan diri dari kepenatan.

Ini sangat menyiksa bagi saya. Dan pada akhirnya saran terakhirlah yang selalu saya lakukan (haha).

Untuk anda orang-orang extrovert, sebaiknya anda kenali orang-orang seperti saya. Karena saya pun mempelajari kepribadian anda. Ada banyak hal di kepala saya yang sangat mengganggu, dan orang-orang seperti kalian tidak akan paham dengan ini. Kalau kami sedikit pendiam di beberapa situasi, bukan berarti kami tidak peduli dengan apa yang kalian bicarakan, kami memahami lebih dari yang anda bisa bayangkan, tetapi kadang memang kita tidak pandai bersuara. Kalau dari beberapa anda ingin mengetahui ciri-ciri orang introvert, mungkin google akan membantu (haha). Kenali orang-orang ini di sekitar anda, dan rasakan dahsyatnya manusia-manusia ini apabila anda adalah salah satu sahabatnya.

Tanpa Tujuan

2016. Bulan maret tahun ini usia saya genap 30 tahun. Usia yang tidak lagi muda dan belum terlalu tua untuk mengawali segalanya. Awal saya membuat blog ini di tahun 2008 adalah tahun pertama saya bekerja di sebuah perusahaan dengan bayaran yang lebih dari cukup untuk anak seusia saya saat itu. Sebelumnya saya bekerja sambilan di beberapa advertising di Pekanbaru, Riau.

Umur saya 22 tahun saat itu. Ego dan ambisi diatas segala-galanya. Saya pernah berfikir untuk pensiun dini diusia 30 tahun saat itu. Nyatanya, saya mengundurkan diri dari perusahaan tempat saya bekerja di usia 25 tahun. Semenjak itu sampai saat ini, saya tidak pernah mengabdikan diri lagi untuk perusahaan manapun untuk bekerja. Saya merdeka!

Saya memutuskan untuk meneruskan usaha yang dijalankan orang tua saya. Dari tahun 2011 sampai sekarang, banyak sekali ilmu yang saya pelajari tentang bisnis. Satu yang saya pelajari adalah, bisnis itu kejam kawan. Orang tua saya selalu mengajarkan saya untuk berfikir dengan hati. Mengapa dengan hati? Hal terpenting dalam bisnis adalah membaca peluang. Peluang selalu ada, tapi pilihlah dengan hati, karena otak selalu berfikir tamak. Jangan serakah!

Saya baru selesai membaca buku Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila! Buku ini bagus menurut saya. Ada satu pernyataan om Bob yang sedikit kontroversial yaitu “Saya berbisnis tanpa punya rencana dan tujuan“. Untuk orang-orang ‘pintar’ yang terbiasa berfikir secara terstruktur dan tidak fleksibel akan terjadi pergeseran paradigma disini. Bagaimana mungkin berbisnis tanpa rencana dan tujuan? Saya ambil poin pentingnya saja dari penjelasan om Bob. Pesawat ulang alik Challenger dan Columbia yang meledak itu, rencana terbang pesawat itu pastilah zero error, tetapi rencana terbang yang zero error pun masih bisa gagal. Apakah itu tidak menyadarkan anda, bahwa rencana itu tidak akan pernah bisa sempurna? Kembali lagi pada kata-kata bijak “Manusia berencana, tetapi Tuhan yang menentukan“. Jadi apapun yang kita rencanakan, sesempurna apapun itu, Tuhan kok yang menentukan hasilnya, terus ngapain repot-repot bikin rencana? serahkan saja sama Yang Maha Kuasa. Kira-kira begitu penjelasannya.

Ngabuburit

Sore hari yang sendu, hari ini langit tidak terlalu menampakkan keceriaannya. Aku coba menyapu halaman yang sesekali terganggu angin, daun berserakan, puntung rokok, dan debu jalanan sudah menjadi bagian yang wajar di halaman. Sambil sesekali bersenda gurau dengan tetangga, basa basi politik yang sedang menghangat mendekati pemilu. Mendengar tawa pemulung-pemulung kecil dipinggir jalan, tawa terpolos, terjujur, tanpa kebohongan, adalah suara tawa orang-orang kecil.
Hujan turun, seperti yang sudah direncanakan langit dari siang hari. Buat sebagian orang ini berkah, tapi tidak untuk sebagian pedagang kecil yang terpaksa berteduh. Kami berkumpul berteduh dibawah kanopi halaman, sambil berharap sedan mewah berhenti untuk berbelanja. Ratusan motor lalu lalang tiada satupun yang terpaku. sayup-sayup terdengar lagu islami diiringi musik betawi. Beberapa wanita abg melintas dengan celana seadanya, sedikit mengusik imanku yang sedang berpuasa. “Sabar, adzan maghrib sebentar lagi”, gumamku dalam hati. Sungguh sore yang indah. Kalau ada yang tanya profesiku saat ini, jawab saja pedagang siomay…:)

Sang Pemuja Kesibukkan

Fenomena terparah anak muda jaman sekarang, saling membangga2kan kesibukan masing-masing. Makin sibuk, makin terlihat keren. Konyol! Jujur gue ga ada masalah sebenernya, cuma di satu sisi gue selalu sebisa mungkin menghindari yang namanya kesibukan, bukan ga produktif, tapi lebih kepada efisiensi. Kerja sedikit tapi berkualitas, di waktu yang lain bisa gue isi dengan istirahat, hobi, atau bermain bersama teman. Pernah dengar kasus tahun lalu seorang wanita yg bekerja di sebuah rumah produksi meninggal karena sibuk bekerja? Gue sebenernya kasihan sama orang-orang ini. Entah mereka yang sangat mencintai pekerjaannya atau tanggung jawab yg diberikan perusahaan terlalu berat atau si pekerja sendiri yang tidak bisa mengefisiensikan waktu kerja? Banyak pertanyaan yg muncul, tapi pada intinya perempuan ini meninggal karena sibuk bekerja. ironis..

Ini baru sibuk masalah pekerjaan, ada lagi sibuk hobi, sibuk bermain, atau seperti sinchan yang sibuk guling2an di lantai. Intinya tetap mencari kesibukkan. Yang lucu dari fenomena manusia – manusia penyembah kesibukan ini adalah, gue pernah menguping perbincangan seseorang dengan teman2nya di sebuah kedai kopi “Ah, lo mah enak bisa ada waktu untuk tidur… kalo gue mah boro – boro bisa tidur, karena gue kan harus bla bla bla dan bla… (cerita tentang kesibukkannya)”. Hmm… Jujur gue pernah ada di posisi orang yg bercerita ini, memamerkan kesibukkan sehari-hari gue hanya untuk dapet kekaguman dari temen-temen supaya mereka menganggap gue paling “WOW”. Menurut gue sibuk itu pilihan, artinya lo bisa memilih untuk tidak sibuk. Kalau orang tersebut iri dengan temannya karena mempunyai waktu tidur, sebenernya dia pun bisa. Mungkin saja orang yang punya waktu tidur itu sebenernya punya porsi kesibukkan yg sama dengan temannya yg tidak punya waktu tidur, hanya saja dia bisa mengefisiensikan waktunya dan me-manage-nya dengan baik agar dia tetap punya waktu untuk beristirahat.

Sebenernya kesibukkan ini juga adalah masalah prioritas. Disini gue cuma mau mengingatkan, mungkin anda bisa mendapatkan sesuatu dari yg anda sibukkan tetapi anda bisa saja akan kehilangan sesuatu yg lebih berharga dari itu semua, yaitu kesehatan dan cinta. Seorang ibu awalnya menjadikan anak sebagai prioritas utamanya, dia bekerja siang dan malam hanya demi memberikan kehidupan dan pendidikan yg layak untuk buah hatinya. Si anak mendapatkan kehidupan yg layak tetapi kehilangan kasih sayang ibunya, dia kehilangan cinta. Di kasus ini adalah yg terberat, masalahnya adalah antara pekerjaan dan seorang yang kita cintai. Solusinya adalah tolong berhenti sejenak menyembah kesibukkan. Ingat! anda bisa memilih untuk tidak sibuk, tergantung anda. Berikanlah sedikit waktu untuk orang – orang yang kita cintai. Menyibukkan diri itu penting tapi tetap menjaga orang-orang yang kita cintai di sekeliling kita adalah jauh lebih penting. Udah gitu aja..

Sketch Asal

Halo..

Gilee udah lama banget ga ngebuka2 ini blog, pengen sedikit share gambar2 iseng ahh…

Little girl

 

Girl with glasses

Sebenernya pengen cerita banyak, ntar deh ya kalo ada waktu.. hehe… Sekarang segini aja dulu, nanti kita lanjut lagi.. ciaaooo….

Dendam!

Cerita ini bermula ketika saya berumur 18 tahun. Saya punya segalanya saat itu, benar – benar merasa di puncak kejayaan. Idealisme dan kepercayaan diri saya cukup tinggi untuk menantang dunia. Melawan semua yang saya anggap bukan sepaham dengan saya. Saya kuat, gila, berbahaya dan merasa cukup pintar untuk melawan siapa saja saat itu.

Waktu berjalan, dan saya semakin gila. Wanita, alkohol, narkoba, dan segalanya. Benar – benar hilang kendali walaupun sebenarnya saya masih dijalan yang benar menurut saya. Mempunyai banyak teman adalah impian dari anak2 seumur saya waktu itu, dan saya benar – benar memilikinya. Persahabatan yang saya bangun dengan sangat hati – hati menjadi sebuah persaudaraan yang solid. Ya, saya sangat mencintai teman – teman saya saat itu. Mereka segalanya! Bahkan saya berani menantang semua hal yang sedang meraka hadapi. Masalah sahabat saya adalah masalah saya. Hingga akhirnya saya yang tersingkirkan.

Ini bukan cerita pelajaran tentang hidup, ini akan berbuntut malapetaka nantinya. Dunia berbalik menantang saya. Saya jatuh. Mereka berteriak “Mana semangatmu yang dulu!” Kosong. Saya benar – benar tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Seperti seorang jendral tanpa prajurit. Ketika saya berteriak “need backup here!”, mereka hanya bisa tertawa. Damn! semuanya tidak adil buat saya saat ini. Cerita yang pernah kita buat dimasa lalu, atau khayalan – khayalan tinggi saat itu hanya berbuah omong kosong saat ini.

Saya tegar, saya belum mati. Tinggal sebutir peluru yang menghiasi bedil saya saat ini, saya paksa maju ke medan perang. Yang ada diotak saya saat ini, saya harus bertahan hidup. Saya akan lawan semua kesombongan – kesombongan ini. Dan pada akhirnya saya akan balik menginjak kesombongan dan keangkuhan kalian. Bagaimanapun caranya, saya punya cukup pengalaman untuk melawan kalian!

Kejayaan itu bukan didapat, tapi direbut! Dan untuk merebutnya kita harus perang. Kita perang! Pada saat kemenangan itu tiba, saya akan berterimakasih untuk hari ini yang telah menjadikan hari terburuk sepanjang hidup saya.

Tulisan Sampah!

Selamat siang menjelang sore….

Tadi malam saya bermimpi tentang rasanya jatuh dari ketinggian tanpa sebuah parasut. Suatu malapetaka, saya benar2 jatuh tapi tidak pernah sampai ke dasar. Apa ini benar2 terjadi di kehidupan saya yang sebenarnya? Saya harap mimpi ini hanya sebuah hiasan dalam tidur, sebuah dekorasi yang sangat frontal dari cermin kehidupan saya yang sebenarnya.

Apa yang benar2 terjadi dengan saya? Seorang sahabat pernah bilang, anda tidak akan menghargai sebuah kesuksesan sebelum anda merasakan jatuh yang teramat parah. Sahabat? apa saya benar2 memiliki sahabat yang sebenar2nya sahabat saat ini, saya tidak tahu. Saya hanyalah seorang berandal, pemabuk, pembuat onar, dengan ide2 ‘sampah’ yang saya miliki. Berfikir logis, siapa mau menjadikkan sosok ini sebagai sahabat.

Sebentar saya ambil sebotol bir dingin di kulkas, membakar sebatang rokok yang masih belum lunas di warung. Apakah saya masih termasuk orang2 yang beruntung? Apakah ada yang sedang merasakan hal yang sama seperti yang sedang saya rasakan? mari bersulang….

Apa yang telah saya bangun di masa lalu saya? persetan! saya pernah merasakan semuanya. Dipuja, berjaya, harta, sahabat, ide, konsep hidup yang saya bangun, dan hancur tanpa sisa. Siapa yang peduli? ya, kalau saya jadi anda, saya juga tidak akan peduli.

Satu lagi pelajaran hidup. Hidup seperti roda, kadang diatas, kadang dibawah. Tapi saya belum kalah dan tidak akan pernah mati! Saya akan bangkit dengan ide2 ‘sampah’ yang saya miliki.